Calon Pengantin Wanita (CPW) menggunakan baju dari rangkaian bunga melati, yang selanjutnya melakukan sungkeman kepada kedua orangtua dan pinisepuh. Ayah ibu menggandeng CPW ke lokasi siraman. Siraman dimulai oleh kedua orangtua, dilanjutkan dengan para ibu yang telah mantu yang total jumlahnya 7 (tujuh) orang. Selanjutnya kedua orangtua mengucurkan air dari kendi yang digunakan sebagai air wudhu oleh CPW, dimaksudkan untuk membersihkan segala hambatan. Kedua orangtua memecahkan kendi yang sebelumnya digunakan sebagai air wudhu. CPW digendong oleh ayah, kemudian CPW membersihkan badan dan berganti baju. Ayah menyerahkan hasil jualan dawet, melambangkan pemberian nafkah yang terakhir kalinya dari orangtua. Ayah memotong tumpeng, dan ibu memilih lauknya, selanjutnya menyuapkan kepada CPW, melambangkan pemberian suapan terakhir dari orangtua sebelum CPW mengakhiri masa lajang. Selanjutnya CPW mulai dikerik rambut halusnya untuk membuang sukerta (hambatan), dan malam harinya dilakukan midodareni.
Pinisepuh yang akan disungkemiJPG
Ayah memeluk putrinya.JPG
CPW digandengan orangtua untuk siraman.JPG
Siap melakukan siraman.JPG
Ayah menyiram putrinyaJPG
Ibu menyiram air dari kendi.JPG
Ayah menggendong putrinya.JPG
Dirias sehabis siramanJPG
Ayah memberikan hasil penjualan dawet.JPG
Hasil penjualan dawet diserahkan pada CPW.JPG
Ayah memotong tumpeng.JPG
Bersama kakak dan kedua orangtua.JPG
Bersama-sama teman Fasilkom UI.JPG
Berpose dengan teman Fasilkom .JPG
|